Palembang, 1 April 2026 – Kegiatan Praktik Asuhan Kebidanan Komunitas (Stase IX) Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Poltekkes Kemenkes Palembang Tahun Akademik 2025/2026 resmi dibuka pada 1 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengaplikasikan kompetensi asuhan kebidanan komunitas secara komprehensif di masyarakat.
Sebanyak 308 mahasiswa Semester II turut ambil bagian dalam kegiatan praktik yang dilaksanakan selama kurang lebih empat minggu, terhitung sejak 30 Maret hingga 25 April 2026. Praktik ini dilaksanakan di beberapa wilayah kerja puskesmas, yaitu Puskesmas Kenten Laut Banyuasin, Puskesmas Tanjung Rambang Prabumulih, Puskesmas Tanjung Baru Baturaja OKU, serta Puskesmas Lumpatan Sekayu Musi Banyuasin.
Pembukaan kegiatan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rambang Kota Prabumulih berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh berbagai pihak. Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, Bapak M. Taswin, S.Si., Apt., MM., M.Kes., hadir bersama jajaran pimpinan, antara lain Wakil Direktur I, II, dan III, serta Ketua Jurusan Kebidanan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Prabumulih yang didampingi oleh Asisten I, serta berbagai unsur lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, organisasi profesi, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa di wilayah Talang Batu dan Karangan.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa praktik kebidanan komunitas tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dukungan juga datang dari berbagai pemangku kepentingan, seperti Ketua IBI Kota Prabumulih, Kapolsek Rambang Kapak Tengah, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, Kepala Dusun, penanggung jawab pustu, Direktur RSUD Kota Prabumulih, Camat Rambang Kapak Tengah, Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Rambang, serta kepala desa setempat.
Sementara itu, kegiatan pembukaan di wilayah lain juga dihadiri oleh pembimbing institusi. Di wilayah kerja Puskesmas Lumpatan Sekayu, kegiatan dihadiri oleh Kharisma Virgian, SST, M.Keb dan Aprilina, SST, M.Keb. Di Puskesmas Kenten Laut Banyuasin, kegiatan dihadiri oleh Aprilia Ayu SY, SST, M.Keb bersama Sekretaris Jurusan Kebidanan, Nurul Komariah, SST, M.Keb. Sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Baru Baturaja OKU, kegiatan dihadiri oleh Rosyati Pastuty, S.SiT, M.Kes dan Wilma, SST, M.Kes.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan asuhan kebidanan komunitas secara menyeluruh yang mencakup upaya promotif, preventif, edukatif, konseling, dan advokasi, khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, serta keluarga berencana yang terintegrasi dengan pendekatan hypnosis. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk melakukan pengkajian komunitas, analisis situasi sumber daya, musyawarah masyarakat, penyusunan rencana aksi, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta pencatatan dan pelaporan.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga dituntut untuk berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat, serta membangun jejaring kerja lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di masyarakat. Asuhan juga diberikan kepada berbagai kelompok sasaran, seperti remaja, ibu hamil, ibu nifas dan menyusui, bayi, balita, serta anak prasekolah.
Sebagai target capaian, setiap mahasiswa diwajibkan menyelesaikan 10 asuhan kebidanan keluarga yang terintegrasi dengan hypnosis, serta menyusun laporan kelompok berupa asuhan kebidanan komunitas, pengabdian masyarakat, dan inovasi.
Melalui praktik ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi klinis yang baik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan kebidanan yang holistik dan berkualitas.
(Reported by Indah Puji Septeria, SST, MKM)






